Universitas Riau (UR) yang berlokasi di Pekanbaru (Riau), berdiri sejak tahun 1962 dan memperoleh prestasi sebagai Universitas Peringkat 5 di Indonesia (oleh : Webometric) dan Peringkat 17 (oleh : Dikti), memilih untuk bisa bermintra dengan PT Tunaskarya Indoswasta (Tunaskarya) dalam menciptakan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil.

Tepatnya pada tanggal 7 April 2016, UR dan Tunaskarya melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang masing-masing diwakili oleh Prof. Dr. Ir. H. Aras Mulyadi, DEA selaku Rektor UR dan Karel Budiman selaku Direktur Tunaskarya. Acara yang di awali dengan pemaparan dari Pihak Tunaskarya tentang Kawasan Industri Batamindo dan Pelayanan yang diberikan Tunaskarya kepada klien, sedangkan dari pihak UR juga menyampaikan maksud dan tujuan untuk pengadaan MoU dalam kaitanya melakukan link-match antara universitas dan kebutuhan industri. Setelah penandataganan MoU, dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (Perjanjian Kerjasama) antara Fakultas Teknik Universitas Riau dengan PT Tunaskarya Indonswsta dalam kaitan kerjasama rekrutmen dan pengembangan SDM yang masing-masing diwakili oleh Prof. Dr. H. Adrianto Ahmad, MT selaku Dekan Fakultas Teknik dan Adi Neka Fatyandri selaku DGM Tunaskarya.

Sebenarnya kerjasama antara UR dan Tunaskarya sudah berlangsung sejak 2 tahun yang lalu. Beberapa lulusan UR sudah ditempatkan di beberapa perusahaan di Kawasan Industri Batamindo (Batam), seperti PT Batamindo Investment Cakrawala (Pengelola Kawasan Industri) dan PT Dynacast Indonesia (Die casting dan secondary process). Pada kesempatan tersebut juga di hadirkan lulusan UR yang sudah ditempatkan beserta HR Manager dari perusahaan tempat mereka bekerja. Baik lulusan UR dan HR Manager sebagai pengguna merasa puas dengan lulusan UR. Walaupun tidak sempurna, namun HR manager tersebut meng-apresiasi nilai juang dari para lulusan UR ini untuk bisa tekun dan diharapkan bisa menjadi generasi yang bisa dihandalkan di kemudian hari. Dari para lululsan UR pun mengharapkan agar teman-teman lulusan lainnya bisa menyusul ke Batam, sehingga bisa mengaplikasikan ilmu dan kompetensi yang didapat tersalurkan untuk masuk di dunia industri khususnya Batam.

Karel Budiman dalam sharing session menyampaikan bahwa para lulusan universitas tidak hanya dibutuhkan terampil dalam hal hard-skill, namun yang paling menjadi tantangan terbesar adalah membangun soft-skill sehingga para lulusan betul-betul memiliki nilai (valuable) dan bisa bersaing dengan tenaga kerja lainnya baik domestik atau dari Negara lain. Membangun soft-skill memang harus dilakukan dari sejak dini, namun di tingkat universitas pun juga harus ada pembekalan kepada para mahasiswa sehingga tidak salah didik/salah asuh. Tunaskarya selalu siap memberikan pembekalan kepada para mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.

Selain Rektor, dan Dekan Fakultas Teknik, juga ikut dalam rombongan UR, Prof. Dr. Mashadi, M.Si selaku Wakil Rektor bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistim Informasi, Dalil, MT selaku Wakil Dekan bidang Kerjasama, dan pejabat struktural dan fungsional lainnya untuk menyaksikan penandatangan MoU dan MoA tersebut. Sedangkan dari Tunaskarya juga di hadiri oleh seluruh Senior Manager (Kepala Divisi) dan Manager (Kepala Departemen) sebagai bukti keseriusan Tunaskarya untuk bermitra dengan UR.

Masing-masing pihak punya visi dan misi yang sama bagaimana menciptakan dan memberdayakan SDM menjadi unggul dan bisa bersaing secara nasional dan internasional. MoU dan MoA meskipun berupa dokumen, namun kedua belah pihak memiliki komitmen untuk menjalin kerjasama jangka panjang. (AN)

Add Comment