Nama besar Tunaskarya Indoswasta (Tunaskarya) sebagai Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS) terbaik dengan Grade A yang diberikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI beberapa waktu yang lalu, selalau berkiprah dalam rangka memberikan informasi dan promosi penempatan tenaga kerja khusus nya di Batam. Perwakilan Tunaskarya yang biasanya tampil di sekolah-sekolah dan Universitas, baik berupa seminar ataupun kampanye tentang informasi kesempatan kerja, kali ini muncul di tengah masyarakat melalui media televisi.

Tanggal 19 Maret 2016, Tunaskarya di undang oleh Dinas Tenaga Kerja Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk hadir sebagai narasumber dalam dialog interaktif di Jogja TV (LIVE) dengan tema kebijakan penempatan tenaga kerja.

Program TV yang di desain dalam nuansa santai dengan nama program “Kampung Makaryo” menampilkan tiga narasumber yaitu Kepala Dinas Tenaga Kerja Propinsi DIY yang membahas topik makro tentang penempatan tenaga kerja, dan peran Dinas dalam membangun kemitraan dengan Lembaga Penempatan Tenaga Kerja. Yang kedua dari Kepala Badan Perencanaan Daerah Propinsi DIY dengan topik kebijakan pemerintah daerah tentang ketenagakerjaan yang selalu mendukung dan mendorong masyarakat agar bisa mendapatkan kesempatan kerja, tidak harus di DIY namun di kota-kota lain termasuk Batam. Sebagai narasumber yang ketiga adalah PT Tunaskarya Indoswasta, yang di wakili oleh Adi Neka Fatyandri (DGM) yang membahas tentang teknis penempatan tenaga kerja khususnya ke Pulau Batam. Acara tersebut sangat santai sehingga penonton tidak pernah bosan, diselingi dengan karawitan Jawa yang begitu professional dan dagelan (lawakan) sehingga acara tersebut menjadi punya warna tersendiri.

Dialog Interaktif tersebut sangat efektif meskipun dengan durasi satu jam. Pemandu acara (host) memberikan pertanyaan secara bergantian kepada narasumber dan menyapa penelepon yang ingin memberikan pertanyaan serta membacakan SMS yang masuk.

Dalam dialog tersebut, Adi Neka sebagai perwakilan Tunaskarya memberikan penjelasan mengapa Batam masih menarik untuk tempat bekerja dan syarat serta kebutuhan beberapa bulan ke depan. Penjelasan diawali dengan sejarah berdirinya Kawasan Industri Batamindo di tahun 1990. Program SIJORI dan konsep yang diinginkan Pak Habibie saat ini mengalami pergeseran. Batam sebagai kota industri (Industrialized City) sekarang telah berubah. Perpaduan dari banyaknya area komersil dan kawasan perumahan, serta pulau yang dekat dengan Singapura dan Malaysia. Fakta-fakta tersebut membuat Batam menjadi menarik, yaitu dari letaknya yang memiliki nilai strategis. Batam juga menjadi menarik karena upah minimum yang kompetitif dan masih menjanjikan take home pay 4-7 juta per bulan.

Pada kesempatan tersebut, Adi Neka menjelaskan konsep program Antar Kerja Antar Daerah (AKAD). Konsep awalnya Batam hanya sebagai training centre, dimana setelah menyelesaikan kontrak, tenaga kerja harus kembali ke daerah untuk membangun daerahnya sebagai tenaga terampil. Saat ini berkembang wacana Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Tentu saja Batam masih menjadi primadona di mata investor sehingga nantinya bisa memperluas kesempatan kerja.

Untuk syarat, Adi Neka menyampaikan selain dari syarat normatif seperti umur minimal 18 tahun, minimal lulusan SMU/sederajat, yang paling utama syaratnya adalah calon tenaga kerja harus memiliki “motivasi” yang tinggi untuk bekerja, dan keikhlasan orang tua melepas anaknya. Dengan memiliki motivasi, maka tenaga kerja akan bisa bekerja dengan produktif, sebagaimana yang diharapkan oleh perushaan.

Bagian terakhir pada dialog tersebut, disampaikan bahwa setiap bulan Tunaskarya merekrut dari daerah sekitar 30-100 orang dari berbagai daeah termasuk DIY dan beberapa bulan ke depan akan membutuhkan 500 orang untuk penempatan ke Pulau Batam.

Acara ini sangat bagus untuk promosi kesempatan kerja, dan di DIY, khususnya Disnaker Propinsi cukup pro aktif membangun kemitraan dengan stakeholder terkait, sehingga kegiatan ini rutin dilakukan dengan topik yang berbeda-beda tapi masih menjadi tugas pokok dan fungsi Disnaker Propinsi.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja Propinsi DIY beserta tim yang selalu menjaga silaturahmi dan tentunya selalu bisa bekerjasama dalam hal perekrutan dan penempatan tenaga kerja khususnya Program AKAD. Serta kepada JOGJA TV sebagai media promosi, dan juga kesempatan yang baik bisa berkenalan dengan Kepala Bapeda Propinsi DIY yang selalu mendukung kegiatan penempatan Tenaga kerja.

Semoga tenaga kerja Indonesia tetap bisa bersaing dengan tenaga kerja asing khususnya dari Negara ASEAN lainnya dan tidak menjadi tamu di rumah nya sendiri. Penduduk Indonesia yang banyak, tentunya harus dibekali dengan keterampilan yang bisa diperoleh melalui bekerja, namun yang tak kalah penting adalah modal soft skill dan hanya bisa di bentuk oleh diri sendiri. Selalu berfikir positif dan mari sama-sama membangun Tenaga Kerja Indonesia yang profesional dan kompetitif. (AN)

Add Comment